Pasuruan – Sebuah truk kontainer menabrak median jalan di Jalan Raya Gerongan, Kraton, Pasuruan, Jumat (19/12/2014). Akibatnya, jalur pantura Pasuruan macet sejauh 5 Km.

Informasi yang dihimpun kecelakaan tunggal ini terjadi akibat truk tanpa muatan nopol L 8416 UZ yang dikemudikan Didit Andriyanto, warga Asem Jajar, Tembok Duduh, Bubutan, Surabaya itu mengalami pecah ban.

“Ban kanan depan pecah terus menabrak median,” kata polisi lalu lintas Polres Pasuruan Kota, Brigadir Iwan Yudi, di lokasi.

Akibat kecelakaan yang terjadi saat hujan lebat itu, body depan truk rusak parah dan sopirnya mengalami luka di kaki dan tangannya. Median jalan juga rusak sejauh 10 meter.

“Sopirnya di rumah sakit,” imbuh iwan.

Meski tak terguling, kecelakaan ini membuat lalu-lintas kedua arah mecet sejauh 5 Km karena badan kontainer setengah melintang. Sejumlah petugas berusaha mengevaluasi truk. Hingga pukul 15.48 WIB, upaya evaluasi belum tuntas.

Bojonegoro – Kecelakaan beruntun menewaskan satu wanita dan tiga orang luka berat terjadi di Jalan Raya jurusan Bojonegoro-Tuban tepatnya di Desa Banjarsari, Kamis (19/12/2014) sore.

Musibah ini berawal dari Sumiati (35) warga Sendangrejo Parengan Tuban yang mengendarai Honda BeAT S 4176 FY yang ditabrak dari belakang truk tanki muat minyak E 9465 AB milik PT Central Nusa Gas. Korban dan motornya sempat terseret sekitar 100 meter.

Karena berada di jalur cepat sebuah pengendara Vixion nopol S 2566 AG yang berjalan kencang dari arah berlawanan tak bisa menghindar dan tertabrak truk minyak. Korban luka berat di bagian kaki dan tangan. Sedangkan Kijang abu-abu yang berada di belakang truk juga menabrak truk tanki hingga mobil ringsek di bagian depan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pertolongan kepada para korban. Sopir kijang dan penumpang yang duduk sebelah kiri terjepit hingga harus dievakuasi mesin dan bodi depannya agar mudah mengevakuasi korbannya.

“Ini tadi awalnya BeAT ditabrak oleh truk minyak sampai terseret jauh sana. Karena di depan dan belakang ada kendaraan yang juga kencang jalannya mereka akhirnya nabrak semua,” kata Sudarminto, warga sekitar kepada detikcom di lokasi kejadian, Jumat (19/12/2014).

Sementara untuk proses evakuasi hingga kini masih terus dilakukan, dan para korban dibawa ke beberapa rumah sakit. Yakni RS Aisiyah, RSUD Sosodoro dan RS Wahyu Tetuko Bojonegoro.

Hingga kini polisi Lalu lintas masih melakukan olah TKP dan mencari saksi mata di lokasi kejadian. Sedangkan beberapa korban yang belum diketahui namanya masih koma di ruang gawat darurat RSUD Bojonegoro dan korban meninggal sudah dievakuasi.

Surabaya – Pasutri yang mengaku sebagai dokter dibekuk. Dokter gadungan tersebut dibekuk di Lumajang. Dengan mengaku sebagai dokter, mereka sudah menipu dua dokter sebenarnya dengan kerugian Rp 230 juta.

Pasutri tersebut adalah Eko Prasetyo Utomo (29) dan Indah Suyanti (21), keduanya warga Lumajang. “Kedua tersangka mengaku dokter di akun facebook yang mereka buat,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono kepada wartawan, Jumat (19/12/2014).

Di akun tersebut, tersangka sempat mengaku sebagai dr Debby Gita SpOG. Tetapi nama itu kemudian diubah menjadi namanya sendiri dengan embel-embel gelar yakni dr Indah Suyanti SpOG. Di dalam profilnya, tersangka mengaku sebagai dokter kandungan lulusan Universitas Airlangga.

“Yang membuat akun adalah tersangka Eko,” kata Sumaryono.

Tersangka yang mengaku beralamat di Perum Juanda Regency itu juga mengaku bekerja sebagai dokter kandungan di RSU dr Soetomo. Untuk foto profil dan album, tersangka menyomot foto di akun facebook milik Ririn, seorang bidan yang berpraktik di klinik kawasan Pandegiling.

“Akun itu dibuat pada November 2014. Akhirnya ada yang tertarik untuk berkenalan dengan tersangka melalui akun FB tersebut yakni seorang dokter,” lanjut Sumaryono.

Foto Ririn yang dipasang memang berparas cantik. Mungkin itu pula yang membuat dr Bambang Suyatmoko, seorang dokter dari Belitang, Sumatera Selatan, tertarik untuk berkenalan. Apalagi tersangka mengaku masih bujang. Dr Suyatmoko kebetulan memiliki rumah sakit di Belitang dan bermaksud
untuk mendirikan klinik di Jawa.

Saat berkomunikasi melalui facebook, tersangka berpura-pura tertarik untuk bekerja di klinik yang hendak didirikan Bambang. Bahkan tersangka bersedia menjadi penanggung jawab klinik.

Selain berkomunikasi via FB, korban juga berkomunikasi via telepon. Jika komunikasi via FB dilakukan oleh Eko. Maka jika korban telepon, yang menerima
telepon adalah Indah. Dan korban percaya begitu saja.

Tersangka kemudian mencoba meminta uang dengan alasan macam-macam seperti membeli alat medis, biaya operasi, biaya pengobatan orang tua dan biaya kuliah. Korban pun sekali lagi percaya begitu saja.

Total ada Rp 192 juta uang yang telah diperas tersangka dari korban. Oleh tersangka, uang tersebut digunakan untuk membeli mobil seharga Rp 120 juta, variasi mobil Rp 8 juta, renovasi rumah Rp 10 juta, airsoft gun Rp 3 juta, HP Rp 6 juta dan selebihnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Lambat laun korban akhirnya sadar. Korban tidak menemukan sama sekali referensi tentang dr Indah Suyanti SpOG di catatan Fakultas Kedokteran Unair dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Unair yang mendapati adanya penipuan menggunakan almamater lapor polisi.

“Setelah kami selidiki, tersangka kami amankan di Lumajang,” jelas Sumaryono.

Sebenarnya ada satu dokter lagi yang juga menjadi korban penipuan tersangka. Dokter umum yang berasal dari Malang itu menderita kerugian sebesar Rp 40 juta dengan modus yang sama.

“Tersangka juga pernah melakukan penipuan serupa dengan mengaku sebagai pengusaha kelapa sawit,” tandas Sumaryono.

Surabaya – Seorang aktivis Lingkar Ganja Nusantara diamankan dalam kasus kepemilikan ganja. Zulkifli Ridho Bahawres adalah pemilik ganja 15 gram yang hendak diselundupkan melalui muatan kapal ke Ambon.

“Tersangka mendapat pesanan ganja dari temannya yang ada di Ambon,” ujar Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar, Jumat (18/12/2014).

Ganja itu disembunyikan di selipan 50 buah tabung gas airsoft gun yang sudah dibungkus. Tabung gas airsoft gun berisi ganja tersebut awalnya dikirim melalui jasa ekspedisi. Tetapi paketan tersebut dikembalikan karena isinya berbau gas.

Kebetulan ada teman dari adik Zulkifli yang hendak berangkat ke Ambon yakni Rafli Pesiwaresa. Pria warga Jalan Praban Wetan itu pun menitipkan paketan itu ke Rafli. Rafli yang merasa dititipi membawanya saja menuju ke kapal.

Saat paketan tersebut melalui mesin X-Ray, langkah Rafli ditahan petugas. Petugas mencurigai ada benda lain yang ada di antara tabung-tabung yang terlihat di layar. Setelah paketan dibuka, diketahui jika benda asing itu adalah sebuah paket ganja kering.

Saat kami mintai keterangan, Rafly mengaku hanya dititipi saja tanpa tahu apa isi paketan tersebut. Zulkifli pun langsung dicokok karena Rafli mengaku barang itu adalah milik aktivis yang ingin melegalisasi penggunaan ganja tersebut.

“Tersangka mengaku ganja itu untuk temannya yan bernama Rebas di Ambon. Ganja itu sendiri diaku tersangka didapatkan dari teman yang dikenalnya melalui jejaring sosial,” tandas Lily.

Situbondo – Sebuah truk bermuatan 10 patung Budha diamankan aparat kepolisian Situbondo, Minggu (14/12/2014). Truk bernopol F 8715 L digiring masuk ke halaman Mapolres Situbondo, karena dicurigai membawa benda-benda purbakala. Hingga kini, polisi masih terus mendalami asal usul patung-patung tersebut.

“Kami juga dapat pelimpahan dari Satuan fungsi yang lain. Sekarang masih kami dalami,” kata Iptu Riyanto, Kasatreskrim Polres Situbondo.

Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, selain membawa patung berbahan batu, truk yang disopiri Thamrin, warga Jepara, juga membawa muatan barang antik berupa lemari ukiran. Barang-barang itu yang berasal dari Bali itu sedianya akan dikirim ke Jepara Jawa Tengah. Namun, saat melintas di jalan raya pantura Situbondo, polisi memergokinya hingga langsung dilakukan penghadangan.

“Dikira benda purbakala, mas. Padahal, saya tahu sendiri waktu memahatnya. Kalau itu benda purbakala, saya juga tidak akan berani membawanya. Apalagi tidak ditutup terpal,” ujar Thamrin kepada detikcom.

Menurut Thamrin, meski sudah membawa surat jalan, namun polisi tetap meminta agar dirinya segera menunjukkan surat ijin usaha pembuatan patung tersebut. “Sebaiknya juga datangkan ahlinya saja untuk meneliti, biar tahu itu benda purbakala atau bukan,” tandas Thamrin.

Surabaya – Satreskoba Polrestabes Surabaya menggagalkan upaya produksi narkoba jenis sabu di apartemen High Point Surabaya.

Dari penggerebekan yang dilakukan Unit III yang dipimpin AKP Gatot Setyobudi di sebuah apartemen di kawasan Siwalankerto itu, polisi mengamankan tersangka TDT alias Susi (34) warga Mendalan, Kecamatan Bangil, Pasuruan.

“Tersangka mengubah bentuk narkotik jenis sabu dari kualitas jelek menjadi bagus,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta kepada wartawan di mapolrestabes, Jalan Sikatan, Surabaya, Minggu (14/12/2014).

Setija menerangkan, awalnya anggota mendapatkan informasi bahwa ada penghuni di Apartemen High Point sering keluar masuk dengan membawa barang-barang yang mencurigakan.

Dari hasil penyelidikan, penghuni perempuan dan laki-laki di apartemen tersebut melakukan proses pemurnian sabu dari kualitas jelek menjadi bagus.

Dari hasil penggerebekan, polisi hanya mengamankan seorang perempuan serta barang bukti seperti sabu 95 gram, 73 gram, mangkok berisi narkotik jenis sabu seberat 464 gram (berat kotor), 5 buah petridish (lepek kaca) berisi shabu masing-masing seberat 49 gram, 49 gram, 54 gram, 53 gram, 54 gram. 2 set alap hisap, 2 unit handphone dan 3 kartu ATM, 1 botok aceton, 1 botol alkohol, dan barang bukti lainnya.

“Yang bersangkutan ini masih coba-coba. Tapi barang yang sudah jadi, setelah kita uji ke labfor hasilnya bagus,” tuturnya.

Dari pengakuan Susi, dia membuat sabu itu bersama tersangka inisial D, pria teman ‘dekatnya’. Bahan baku yang didapatnya berasal dari tersangka T asal Jakarta.

Penghuni apartemen ini mendapatkan 0,5 kg sabu yang kualitasnya jelek dari tersangka melalui kurir. Kemudian, saat dilakukan proses pemurnian untuk menjadi barang jadi, keduanya mendapatkan arahan dari T melalui telepon dan sms (pesan singkat).

Peralatannya juga dibeli di toko di kawasan Tidar, Surabaya. Alat-alat yang dibutuhkan, juga sesuai arahan dari tersangka T.
Ketika ditanya berapa hasil sabu yang berkualitas bagus dari sabu 500 gram kualitas jelek.

“Belum tahu. Tersangka juga belum menghitungnya, karena ini masih coba-coba melakukan pemurnian,” jelasnya sambil menambahkan, barang yang sudah jadi masih belum diedarkan ke pasaran.

Dari kasus tersebut, selain mengamankan tersangka Susi, polisi menetapkan D, dan T (bos Susi dan D) sebagai DPO (daftar pencarian orang).

Surabaya – Penetapan UMK 2015 sudah digedok Gubernur Jawa Timur dengan Pergub No 72 Tahun 2014. Pemberlakukan UMK tinggal sebulan, namun sudah ada 3 perusahaan padat karya di Jatim mengajukan penangguhan, karena keberatan besaran UMK tahun ini.

“Ada 3 perusahaan yang mengajukan penangguhan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Timur Edi Purwinarto kepada wartawan usai mendampingi Wagub Jatim menerima kunjungan kerja Komite III DPR RI di kantor gubernur Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (1/12/2014).

Ketiga perusahaan padat karya yang mengajukan penangguhan lokasinya di Mojokerto sebanyak 2 perusahaan dan 1 di Kabupaten Gresik. Edi mengaku tidak hafal datanya, tapi salah satu dari perusahaan tersebut yakni bergerak di bidang pembuatan sepatu.

“Data lengkapnya saya belum dapat laporan. Kalau yang di Gresik, belum lengkap administrasinya,” terangnya sambil menambahkan, batas pengajuan penangguhan UMK sampai 21 Desember 2014.

Mantan Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur ini menerangkan,pengajuan penangguhan tersebut akan dibahas di Dewan Pengupahan. Kemudian, akan dilakukan pengecekan di lapangan oleh tim dari Disnakertransduk.

Kata Edi, jika perusahaan dipastikan tidak dapat menggaji sesuai UMK, maka akan dibahas secara bipartit antara perusahaan dengan serikat pekerja.

“Kedua belah pihak akan bertransaksi tentang nilai upah, waktu kapan bisa membayar sesuai UMK,” tandasnya.

Berikut Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2014 tentang UMK Tahun 2015 untuk 38 kabupaten/kota di Jawa Timur:

1. Kota Surabaya sebesar Rp 2.710.000
2. Kabupaten Gresik sebesar Rp 2.707.500
3. Kabupaten Sidoarjo sebesar Rp 2.705.000
4. Kabupaten Pasuruan sebesar Rp 2.700.000
5. Kabupaten Mojokerto sebesar Rp 2.695.000
6. Kabupaten Malang sebesar Rp 1.962.000
7. Kota Malang sebesar Rp 1.882.250
8. Kota Batu Sebesar Rp 1.877.000
9. Kabupaten Jombang Sebesar Rp 1.725.000
10. Kabupaten Tuban Rp 1.575.500
11. Kota Pasuruan Sebesar Rp 1.575.000
12. Kabupaten Probolinggo Sebesar Rp 1.556.800
13. Kabupaten Jember Sebesar Rp 1.460.500
14. Kota Mojokerto Sebesar R p1.437.500
15. Kota Probolinggo Sebesar Rp 1.437.500
16. Kabupaten Banyuwangi Sebesar Rp 1.426.000
17. Kabupaten Lamongan Sebesar Rp 1.410.000
18. Kota Kediri sebesar Rp 1.339.750
19. Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp 1.311.000
20. Kabupaten Kediri sebesar Rp 1.305.250
21. Kabupaten Lumajang sebesar Rp 1.288.000
22. Kabupaten Tulungagung sebesar Rp 1.273.050
23. Kabupaten Bondowoso sebesar Rp 1.270.750
24. Kabupaten Bangkalan sebesar Rp 1.267.300
25. Kabupaten Nganjuk sebesar Rp 1.265.000
26. Kabupaten Blitar sebesar Rp 1.260.000
27. Kabupaten Sumenep sebesar Rp 1.253.500
28. Kota Madiun sebesar Rp 1.250.000
29. Kota Blitar sebesar Rp 1.243.200
30. Kabupaten Sampang sebesar Rp 1.231.650
31. Kabupaten Situbondo sebesar Rp 1.209.900
32. Kabupaten Pamekasan sebesar Rp 1.201.750
33. Kabupaten Madiun sebesar Rp 1.196.000
34. Kabupaten Ngawi Rp 1.150.000
35. Kabupaten Ponorogo sebesar Rp 1.150.000
36. Kabupaten Pacitan sebesar Rp 1.150.000
37. Kabupaten Trenggalek sebesar Rp 1.150.000
38. Kabupaten Magetan sebesar Rp 1.150.000